Pagi ini kurasa badanku lebih enak dibanding 3 hari kemarin yang terasa meriang dan mulai muncul tanda-tanda flu. Pagi ini ceria dengan suara "nge-bassku".Kunikmati perjalananku pagi ini penuh gairah. Mencoba meresapi setiap udara yang kuhirup sepanjang jalan. Tak luput olehku, hingga mata bak terjanggal kotoran. Kupikir ini karena aku berada di belakang tepat sebuah truk pengangkut hasil panen.Entah mengapa dengan tak sengaja ku mengarahkan pandanganku ke bawah tuk melihat setelan seragamku. Hal yang sangat biasa aku lakukan kala di perjalanan tapi kali ini ada yang berbeda. Beda dengan hari kemarin, beda ketika aku bercermin pagi tadi.Ternyata debu. Iya, debu. Debu yaang mengganggu pemandanganku, bukan truk tadi yang menghasilkannya. Bukan, karena sapuan debu jalanan oleh roda truk yang tepat aku iringi selama perjalanan, melainkan karena aktivitas gunung Kelud yang semakin gencar memuntahkan isi perutnya. Hingga ku sadari ternyata bintik di jaket sedari tadi ini juga karena abu vulkanik gunung Kelud, Kediri.
Kamis, 13 Februari 2014
Isi(nya) Perut Kelud
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar