a. Sinopsis :
Dukuh paruk merupakan sebuah dukuh yang kecil dan
menyendiri. Dukuh paruk mempunyai seorang moyang Ki Secamenggala tetapi setelah meninggal orang-orang dukuh paruk pada
memuja kuburan keramat tersebut. Bahkan kuburannya pun menjadi
kiblat kebatinan mereka.
Padukuhan yang terkenal kering kerontang ini nantinya akan diramaikan lagi
dengan berdatangan tamu-tamu dari berbagai penjuru desa. Dukuh paruk
seakan-akan mendapat anugerah nyawa baru, ketika Srintil, anak yatim piatu yang
berusia sebelas tahun dinobatkan sebagai ronggeng. Seluruh penduduk
menyambutnya dengan penuh gembira, sebab dengan begitu citra dukuh Paruk
sebagai dukuh ronggeng akan kembali menggema.
Srintil merupakan seorang gadis kecil yang mempunyai
masa lalu yang menyedihkan, akan tetapi Srintil mempunyai suatu kelebihan yang
tak jarang dimiliki oleh orang-orang yaitu menari selayaknya seorang ronggeng.
Suatu ketika ada tiga anak laki-laki sedang mencabut sebatang singkong di tanah
kapur mereka adalah Rasus, Warta dan Dasun setelah singkongnya telah tercabut
mereka pun sibuk mengupasinya dengan gigi mereka, seketika itu mereka melihat
Serintil yang sedang asik menari sambil mendendang beberapa buah lagu
kebangsaan Ronggeng lalu mereka pun menghampiri serintil dan ikut menari
bersamanya.
Orang yang paling bahagia dengan dinobatkannya Srintil
sebagai Ronggeng adalah kakek neneknya, Sukarya dan istrinya. Sukarya sangat menyayangi Srintil apalagi semenjak meninggalnya orang tua
Serintil, kakeknya lah yang merawatnya. Orang tua Srintil meninggal karena racun tempe bongkrek. Pada waktu itu Sukarya pun mengikuti gerak-gerik
Srintil ketika menari, sungguh sangat bangganya ketika melihat Srintil menari.
Kakeknya pun berpendapat bahwa Srintil telah dirasuki oleh Indang Ronggeng. Tugas Sukarya dan istrinya adalah menjadikan Srintil
seorang calon Ronggeng yang seakan sudah mendapat restu dari dukuh ronggeng
keramat Ki Secamenggala agar berjalan dengan baik dan sukses.
Lalu keesokan harinya Sukarya menemui
Kertareja seorang dukun Ronggeng di dukuh Paruk. Mereka pun membicarakan kepandaian
Serintil dalam menyanyi dan menari Ronggeng. Namun, beberapa
hari kemudian Sakarya dan Kartareja selalu mengintip Srintil ketika menari di bawah pohon
nangka. Lalu Sukarya pun menyerahkan Srintil kepada Kertareja itu
merupakan salah satu syarat dukuh paruk yang mengatur perihal seorang calon
Ronggeng .
Sudah dua belas tahun Ronggeng Dukuh
Paruk telah mati, adapun perkakas-perkakas yang selama ini mengiringi
pementasan Ronggeng pun hampir rusak akan tetapi masih bisa digunakan, dan kini
Kertareja mulai
mempersiapkan pementasan Ronggeng lagi setelah dua belas tahun telah hilang dan
kini yang menjadi penari adalah Srintil, Srintil pun didandani oleh Nyi
Kertareja selayaknya seorang Ronggeng dan tidak lupa Nyi Kertareja meniup mantera
keubun-ubun Srintil mantera yang berkhasiat memberikan suatu
aura kecantikan dari yang sebenarnya. Dan beberapa susuk emas dipasang oleh Nyi
Kertareja di
tubuh Srintil.
Bukan main senangnya hati masyarakat Dukuh Paruk ketika
mendengar Kertareja bersuara akan melakukan pertunjukan Ronggeng. Lalu Srintil
pun mulai melenggak-lenggok di atas panggung selayaknya apa yang dilakukan para
Ronggeng dipentas pertunjukan bahkan Serintil pun mepertunjukan kemampuan
menarinya yang sangat lincah dan melantunkan gerak-gerik yang secara umum sulit
dilantunkan oleh penari-penari Ronggeng lainnya.
Karena rasa sayangnya kepada Srintil, akhirnya beberapa
cara pun dilakukanya untuk mendapatkan kembali perhatianya Srintil, Rasus pun
mencoba memberikan buah pepaya hasil curian dari ladang tetangganya, akan
tetapi Srintil pun hanya memberikan sebuah ucapan terima kasih itu pun
sangat menyakitkan. Lalu Rasus pun memberikan sebuah keris Kyai Jaran Goyang.
Di desa Dawuan, tempat pemuda Rasus
mengasingkan diri, dia banyak merenung. Bayangan Srintil sebagai orang
bayang-bayang Emaknya yang melebur dalam diri Srintil memintanya untuk menjadi
suaminya, maka dengan tegas Rasus menolak. Karena rasus sudah memutuskan bahwa
biarlah dia mengalah dan biarlah Srintil menjadi milik orang banyak, menjadi ronggeng
kebanggaan Dukuh Paruk.
b. Gagasan
Gagasan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk merupakan suatu
penggambaran masyarakat pedalaman yang mengagungkan dan memuja leluhur sebagai
arwah yang paling keramat. Selain itu, suatu kebudayaan yang lahir dari dukuh
tersebut yang mampu membangun jalinan cerita menjadi lebih hidup. Ronggeng
merupakan kesenian khas dari dukuh Paruk, seorang Ronggeng yang pekerjaannya
menghibur masyarakat dan melestarikan kebudayaan leluhur. Seorang Ronggeng yang
harus lincah menari dan menyanyi serta untuk menjadi seorang Ronggeng harus
melewati sejumlah tahap/prosesi. Hal tersebut dijalani oleh seorang gadis belia
yaitu Srintil. Sepertihalnya dia harus menjalani tahap pemandian di depan makam
Ki Secamenggala dan acara buka kelambu.
Pencitraan dalam cerita tersebut menerangkan bahwa daerah
terpencil, kering kerontang, kumuh, dan damai. Setelah Srintil menjadi seorang
Ronggeng, tentunya membawa kebahagiaan dalam hati masyarakat setempat. Selain
itu, dukuh Paruk pun menjadi bulan-bulanan para pecinta kesenian Ronggeng.
Dukuh Paruk kembali menggema sebagai dukuh Ronggeng yang mampu menarik
perhatian orang-orang yang ada di luar dukuh tersebut. Serta dengan lahirnya
Srintil sebagai Ronggeng adalah untuk menghidupkan kembali keseniaan yang telah
lama mati dan sebagai rasa syukur kepada arwah leluhurnya.
Gadis kecil berumur dua belas tahun (gadis kencur) yang harus menjalani sebagai seorang Ronggeng,
tentunya terdapat hal-hal yang tidak diharapkan. Karena anak tersebut masih
terlalu labil untuk mengikuti tuntutannya sebagai penari Ronggeng. Dia masih
mempunyai naluri anak kecil di dalam dirinya sendiri, meskii dia telah dikonsep
sebagai seorang dewasa. Naluri untuk mencintai dan saling menyayangi dengan
teman sebaya adalah hal yang ia harapkan. Rasus adalah lelaki yang sangat
dicintai oleh Srintil. Dan sekarang Srintil telah menjadi Ronggeng yang disukai
dan diminati orang banyak. Maka pupuslah harapan Rasus untuk memiliki
sepenuhnya, meski dia dan Srintil telah melakukan hubungan yang sama sekali ia
tak pahami dan tak menyangka kalau Srintil akan menyerahkan keperawanannya pada
Rasus.
Kembalinya budaya kebanggaan sendiri membuat masyarakat
dapat menghargai budaya mereka. Untuk memperoleh kecantikan tidak perlu
menggunakan hal-hal yang tidak selayaknya. Kecantikan yang sebenarnya itu
muncul dari dalam diri orang itu sendiri. Kebanyakan orang menyalahgunakan pekerjaan
menari untuk mencari uang tambahan, tapi belum tentu semua penari seperti itu.
Kebudayaan sekarang sangat berbeda dengan budaya orang terdahulu, tetaplah
menjaga norma dan aturan yang ada.
Sebagai anak kecil dalam masa pencarian jati diri yang memerlukan kasih sayang,
nasihat, dan arahan dalam penemuan jati diri tersebut. Jadi tidak selamanya
anak kecil bisa dibuat menjadi orang lain atau dianggap menjadi orang yang
dewasa. Serta hak untuk mencintai, mengasihi, dan menyayangi dengan lawan jenis
merupakan salah satu wujud perkembangan anak. Sehingga, hal tersebut tidak
perlu untuk dilarang, namun anak harus diarahkan mengenai rasa yang tengah
menghujam hati anak tersebut.
Setiap peristiwa yang terjalin apik dalam cerita mampu
mengajak pembaca untuk ikut merasakan apa yang dialami si tokoh utama dalam
cerita tersebut. Sebuah cerita yang memberi gambaran tentang liku-liku
kehidupan seorang Ronggeng. Semua cerita dibut untuk dinikmati, dipahami, dan
diambil hikmahhnya. Samahalnya dengan cerita ini yang mengungkap masyarakat
pedalaman yang penuh dengan tradisi dan keunikannya.
The King Casino Company - Ventureberg
BalasHapusIt was born in https://jancasino.com/review/merit-casino/ 1934. The Company offers luxury kadangpintar hotels, If you don't have a poker room in your house, then you'll find a poker 1xbet 먹튀 room 바카라 in the ventureberg.com/