Halaman

Jumat, 01 Februari 2013

Sinopsis dan Gagasan Ronggeng Dukuh Paruk (Rahmat Tohari)


 

a.       Sinopsis                 :
Dukuh paruk merupakan sebuah dukuh yang kecil dan menyendiri. Dukuh paruk mempunyai seorang moyang Ki Secamenggala tetapi setelah meninggal orang-orang dukuh paruk pada memuja kuburan keramat tersebut. Bahkan kuburannya pun menjadi kiblat kebatinan mereka. Padukuhan yang terkenal kering kerontang ini nantinya akan diramaikan lagi dengan berdatangan tamu-tamu dari berbagai penjuru desa. Dukuh paruk seakan-akan mendapat anugerah nyawa baru, ketika Srintil, anak yatim piatu yang berusia sebelas tahun dinobatkan sebagai ronggeng. Seluruh penduduk menyambutnya dengan penuh gembira, sebab dengan begitu citra dukuh Paruk sebagai dukuh ronggeng akan kembali menggema.
Srintil merupakan seorang gadis kecil yang mempunyai masa lalu yang menyedihkan, akan tetapi Srintil mempunyai suatu kelebihan yang tak jarang dimiliki oleh orang-orang yaitu menari selayaknya seorang ronggeng. Suatu ketika ada tiga anak laki-laki sedang mencabut sebatang singkong di tanah kapur mereka adalah Rasus, Warta dan Dasun setelah singkongnya telah tercabut mereka pun sibuk mengupasinya dengan gigi mereka, seketika itu mereka melihat Serintil yang sedang asik menari sambil mendendang beberapa buah lagu kebangsaan Ronggeng lalu mereka pun menghampiri serintil dan ikut menari bersamanya.
Orang yang paling bahagia dengan dinobatkannya Srintil sebagai Ronggeng adalah kakek neneknya, Sukarya dan istrinya. Sukarya sangat menyayangi Srintil apalagi semenjak meninggalnya orang tua Serintil, kakeknya lah yang merawatnya. Orang tua Srintil meninggal karena racun tempe bongkrek. Pada waktu itu Sukarya pun mengikuti gerak-gerik Srintil ketika menari, sungguh sangat bangganya ketika melihat Srintil menari. Kakeknya pun berpendapat bahwa Srintil telah dirasuki oleh Indang Ronggeng. Tugas Sukarya dan istrinya adalah menjadikan Srintil seorang calon Ronggeng yang seakan sudah mendapat restu dari dukuh ronggeng keramat Ki Secamenggala agar berjalan dengan baik dan sukses.
Lalu keesokan harinya Sukarya menemui Kertareja seorang dukun Ronggeng di dukuh Paruk. Mereka pun membicarakan kepandaian Serintil dalam menyanyi dan menari Ronggeng. Namun, beberapa hari kemudian Sakarya dan Kartareja selalu mengintip Srintil ketika menari di bawah pohon nangka. Lalu Sukarya pun menyerahkan Srintil kepada Kertareja itu merupakan salah satu syarat dukuh paruk yang mengatur perihal seorang calon Ronggeng .
Sudah dua belas tahun Ronggeng Dukuh Paruk telah mati, adapun perkakas-perkakas yang selama ini mengiringi pementasan Ronggeng pun hampir rusak akan tetapi masih bisa digunakan, dan kini Kertareja mulai mempersiapkan pementasan Ronggeng lagi setelah dua belas tahun telah hilang dan kini yang menjadi penari adalah Srintil, Srintil pun didandani oleh Nyi Kertareja selayaknya seorang Ronggeng dan tidak lupa Nyi Kertareja meniup mantera keubun-ubun Srintil mantera yang berkhasiat memberikan suatu aura kecantikan dari yang sebenarnya. Dan beberapa susuk emas dipasang oleh Nyi Kertareja di tubuh Srintil.
Bukan main senangnya hati masyarakat Dukuh Paruk ketika mendengar Kertareja bersuara akan melakukan pertunjukan Ronggeng. Lalu Srintil pun mulai melenggak-lenggok di atas panggung selayaknya apa yang dilakukan para Ronggeng dipentas pertunjukan bahkan Serintil pun mepertunjukan kemampuan menarinya yang sangat lincah dan melantunkan gerak-gerik yang secara umum sulit dilantunkan oleh penari-penari Ronggeng lainnya.
Karena rasa sayangnya kepada Srintil, akhirnya beberapa cara pun dilakukanya untuk mendapatkan kembali perhatianya Srintil, Rasus pun mencoba memberikan buah pepaya hasil curian dari ladang tetangganya, akan tetapi Srintil pun hanya memberikan sebuah ucapan terima kasih itu pun sangat menyakitkan. Lalu Rasus pun memberikan sebuah keris Kyai Jaran Goyang.
Di desa Dawuan, tempat pemuda Rasus mengasingkan diri, dia banyak merenung. Bayangan Srintil sebagai orang bayang-bayang Emaknya yang melebur dalam diri Srintil memintanya untuk menjadi suaminya, maka dengan tegas Rasus menolak. Karena rasus sudah memutuskan bahwa biarlah dia mengalah dan biarlah Srintil menjadi milik orang banyak, menjadi ronggeng kebanggaan Dukuh Paruk.

b.      Gagasan
Gagasan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk merupakan suatu penggambaran masyarakat pedalaman yang mengagungkan dan memuja leluhur sebagai arwah yang paling keramat. Selain itu, suatu kebudayaan yang lahir dari dukuh tersebut yang mampu membangun jalinan cerita menjadi lebih hidup. Ronggeng merupakan kesenian khas dari dukuh Paruk, seorang Ronggeng yang pekerjaannya menghibur masyarakat dan melestarikan kebudayaan leluhur. Seorang Ronggeng yang harus lincah menari dan menyanyi serta untuk menjadi seorang Ronggeng harus melewati sejumlah tahap/prosesi. Hal tersebut dijalani oleh seorang gadis belia yaitu Srintil. Sepertihalnya dia harus menjalani tahap pemandian di depan makam Ki Secamenggala dan acara buka kelambu.
Pencitraan dalam cerita tersebut menerangkan bahwa daerah terpencil, kering kerontang, kumuh, dan damai. Setelah Srintil menjadi seorang Ronggeng, tentunya membawa kebahagiaan dalam hati masyarakat setempat. Selain itu, dukuh Paruk pun menjadi bulan-bulanan para pecinta kesenian Ronggeng. Dukuh Paruk kembali menggema sebagai dukuh Ronggeng yang mampu menarik perhatian orang-orang yang ada di luar dukuh tersebut. Serta dengan lahirnya Srintil sebagai Ronggeng adalah untuk menghidupkan kembali keseniaan yang telah lama mati dan sebagai rasa syukur kepada arwah leluhurnya.
Gadis kecil berumur dua belas tahun (gadis kencur) yang harus menjalani sebagai seorang Ronggeng, tentunya terdapat hal-hal yang tidak diharapkan. Karena anak tersebut masih terlalu labil untuk mengikuti tuntutannya sebagai penari Ronggeng. Dia masih mempunyai naluri anak kecil di dalam dirinya sendiri, meskii dia telah dikonsep sebagai seorang dewasa. Naluri untuk mencintai dan saling menyayangi dengan teman sebaya adalah hal yang ia harapkan. Rasus adalah lelaki yang sangat dicintai oleh Srintil. Dan sekarang Srintil telah menjadi Ronggeng yang disukai dan diminati orang banyak. Maka pupuslah harapan Rasus untuk memiliki sepenuhnya, meski dia dan Srintil telah melakukan hubungan yang sama sekali ia tak pahami dan tak menyangka kalau Srintil akan menyerahkan keperawanannya pada Rasus.
Kembalinya budaya kebanggaan sendiri membuat masyarakat dapat menghargai budaya mereka. Untuk memperoleh kecantikan tidak perlu menggunakan hal-hal yang tidak selayaknya. Kecantikan yang sebenarnya itu muncul dari dalam diri orang itu sendiri. Kebanyakan orang menyalahgunakan pekerjaan menari untuk mencari uang tambahan, tapi belum tentu semua penari seperti itu. Kebudayaan sekarang sangat berbeda dengan budaya orang terdahulu, tetaplah menjaga norma dan aturan yang ada. Sebagai anak kecil dalam masa pencarian jati diri yang memerlukan kasih sayang, nasihat, dan arahan dalam penemuan jati diri tersebut. Jadi tidak selamanya anak kecil bisa dibuat menjadi orang lain atau dianggap menjadi orang yang dewasa. Serta hak untuk mencintai, mengasihi, dan menyayangi dengan lawan jenis merupakan salah satu wujud perkembangan anak. Sehingga, hal tersebut tidak perlu untuk dilarang, namun anak harus diarahkan mengenai rasa yang tengah menghujam hati anak tersebut.
Setiap peristiwa yang terjalin apik dalam cerita mampu mengajak pembaca untuk ikut merasakan apa yang dialami si tokoh utama dalam cerita tersebut. Sebuah cerita yang memberi gambaran tentang liku-liku kehidupan seorang Ronggeng. Semua cerita dibut untuk dinikmati, dipahami, dan diambil hikmahhnya. Samahalnya dengan cerita ini yang mengungkap masyarakat pedalaman yang penuh dengan tradisi dan keunikannya. 

1 komentar:

  1. The King Casino Company - Ventureberg
    It was born in https://jancasino.com/review/merit-casino/ 1934. The Company offers luxury kadangpintar hotels, If you don't have a poker room in your house, then you'll find a poker 1xbet 먹튀 room 바카라 in the ventureberg.com/

    BalasHapus