Lagi! Putri Sumbang Piala
Gambar suasana pengumuman
lomba beserta penyerahan tropi di lapangan utama Taman Sardi Kudus
“Anak-anak enjoy dan happy,” kata Bu Sri salah satu
pendamping fiah SMP. “Meskipun medannya naik turun dan dingin tapi anak-anak
menikmatinya,” tandas wanita berkaca mata itu.
Kegiatan jamda pandu putri ini merupakan pertama kalinya
diselenggarakan. Yang diikuti seluruh lembaga pendidikan naungan Pesantren
Hidayatullah, mulai tingkat SD, SMP, dan SMA. Kontingen Purwodadi mengirimkan
peserta SD dan SMP, dengan jumlah dua fiah untuk masing-masing tingkat.
Antusiasme selama persiapan dibarengi keyakinan para peserta mampu
berlaga sesuai cabang lomba masing-masing. Ada sepuluh cabang lomba yang
dipersaingkan yakni tahfidzul Qur’an, tahsin, PBB, pionerring, LCT, semaphore,
sandi rumput, memanah, menghias makanan, tenda terbaik, yel-yel, dan pensi.
“Fisik anak-anak harus dipersiapkan dengan baik karena banyak lomba yang
akan diikuti sedangkan jumlah anaknya terbatas,” ungkap Pak Slamet, salah satu
pelatih PBB disela-disela latihan.
Sejuknya suasana pegunungan (red: Gunung Muria) mengiringi langkah para
peserta dalam mengikuti kegiatan demi kegiatan. Berbagai lomba diujikan.
“Alhamdulillah, anak-anak semua sehat. Tidak ada yang sakit. Paling ya,
lemes-lemes itu biasa,” ujar Bu Tuti pendamping fiah SD usai turun bus.
Rasa capek terbayar dengan capaian tropi dari setiap cabang lomba. Fiah
SD berhasil menyumbangkan delapan piala.
1. Juara 1 pionering
2. Juara 1 tahsin
3. Juara 1 yel-yel
4. Juara 2 pionering
5. Juara 2 panahan beregu
6. Juara 2 tenda terbaik
7. Juara 2 yel-yel
8. Juara 3 semaphore
Adapun fiah SMP memenangkan
cabang lomba memanah individu dan memanah beregu secara berturut-turut juara 1
dan 3, sandi juara 2, PBB juara 3,
pioneering juara 3, tenda terbaik juara 3, dan menghias makanan juara 3.
Tentunya kegiatan ini mampu melahirkan banyak pengalaman di benak para
peserta. Sebagaimana tujuan yang dimaksud yaitu untuk membina, membekali, dan memotivasi diri agar menunjukkan perannya
dalam mempersiapkan generasi penegak Islam dan pelanjut pembangunan bangsa.
“Saya mendapat banyak pengalaman yang tidak terlupakan. Banyak
pengalaman berharga yang mungkin tidak bisa dibayar dengan uang,” aku Salisya Chika Rahmawati salah satu peserta
Jamda perwakilan SMP. (arm/smp)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar