Kata demi kata terucap bak sebilah pedang
memporakporandakan dada musuh
jalan demi jalan, setapak demi setapak
cibiran bercucuran dari bibir tipisnya
seonggok sampah berhamparan di ambang kehancuran
hanncur lebur, muram durja, pedih perih hati teriris seorang kawula
Tidak ada komentar:
Posting Komentar